Sejarah Desa Pangongsean
Desa Pangongsean merupakan
desa yang berdiri sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, yang mana Desa
Pangongsesan salah satu desa yang masih terdapat peninggalan zaman kerajaan.
Nama Desa Pangongsean memiliki arti “Ngungsi”. Pada mulanya Desa Pangongsean Bernama
Desa Tongoh, kemudian terdapat Desa Kaseran yang mulai bergabung ke Desa Tongoh
di karenakan jumlah penduduk Desa Kaseran yang sedikit. Setelah bergabungnya
desa Kaseran ke Desa Tongoh, maka desa Tongoh berubah nama mejadi Desa
Pangongsean, dimana desa Kaseran menjadi salah satu Dusun di Desa Pangongsean.
Sehingga Desa Pangongsean memiliki makna bergabungnya 2 Desa yaitu Desa Kaseran
dan Desa Tongoh, dimana penduduk Desa Kaseran mengungsi ke Desa
Tongoh. Desa Pangongsean memiliki 4 Dusun yaitu Dusun Gubrak, Dusun
Kaseran, Dusun Tongoh Barat, dan Dusun Dualas. Dusun Dualas berasal dari nama
tempat yang memiliki banyak alas. Dari zaman penjajah tempat tersebut memiliki
banyak alas dan memiliki sedikit rumah. Sehingga tempat tersebut di namakan
Dusun Dualas. Sementara itu, setelah Desa Pangongsean berdiri, dusun Tongoh
merupakan salah satu dusun yang berada di sebelah Barat. Kemudian, nama Dusun
Tongoh diganti menjadi Dusun Tongoh Barat. Selain itu Desa Pangongsean juga
terdapat makam para leluhur yang di hormati serta di muliakan oleh masyarakat
seperti buju’ Langghar di dusun Dualas dan Buju’ Kesambhi di Dusun Gurbak.
Kondisi Geografis
Desa pangongsean merupakan
daerah yang dekat dari kabupaten Sampang dengan jarak 2 km dan berjarak sekitar
500 meter dari kecamatan Torjun. Desa Pangongsean merupakan salah satu dari 12
Desa yang berada di Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang, Jawa Timur dengan luas
wilayah 600 hektar.
Batas Wilayah
Sebelah Utara : Desa Patapan
Sebelah Selatan : Desa Patarongan
Sebelah Barat : Desa Torjun
Sebelah Timur : Desa Tanggumuh
0 Komentar